Tugas 1 Akuntansi Internasional Tentang Akuntansi Dalam Perspektif Global

AKUNTANSI INTERNATIONAL

Akuntansi Dalam Perspektif Global

Robi Epiyan / 28211601/ 4EB07

A.   Pengertian Prespektif Global

Berdasarkan Kamus Bahasa Indonesia Modern, perspektif diartikan sebagai cara melukiskan benda pada permukaan datar sebagaimana yang terlihat, dan sudut pandangan. Kata global berasal dari kata “globe” dan mulai dimaksudkan sebagai planet yang berarti bumi bulat.
Menurut asal kata, perspektif global dapat dibagi menjadi dua, yaitu kata perspektif dan global, perspektif artinya wawasan/cara pandang dan global yang artinya menyeluruh/mendunia. Jadi, perspektif global artinya wawasan atau cara pandang yang menyeluruh atau mendunia.
Namun secara ilmiah, perspektif global adalah wawasan atau cara pandang mengenai fenomena secara keseluruhan, yakni fenomena adanya interaksi, interdependensi, dan kompetisi antar umat manusia di muka bumi (Sriartha, 2004: 5). Interaksi merupakan kegiatan saling memengaruhi daya, objek, atau tempat yang satu dengan tempat lainnya. Setiap tempat mengembangkan potensi sumber daya alamnya dan kebutuhan yang tidak selalu sama dengan tempat lain. Perbedaan tersebut mengakibatkan terjadinya interaksi dan interdependensi antarwilayah. Contohnya interaksi yang terjadi antara desa dengan kota, dalam pendistribusian bahan pangan dari desa ke kota. Begitu pula sebaliknya, pengangkutan mesin pertanian dari kota ke desa. Kompetisi terjadi karena keinginan untuk bersaing atau bertahan antar umat manusia di muka bumi.

Jika dilihat dari perspektif pelaksana, akuntansi adalah suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan dari sebuah entitas usaha yang melakukan kegiatan bisnis. Sedangkan jika dilihat dari segi perspektif pemakai, dengan adanya akuntansi dapat diperoleh informasi keuangan yang dibutuhkan. Jadi, akuntansi merupakan alat komunikasi. Oleh karena itu akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis.

Peran akuntansi berbeda antar negara. Perbedaan peran ini dapat mempengaruhi orientasi dan kandungan informasi laporan keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan di masing-masing negara, yang selanjutnya akan mempengaruhi cara interpretasi dan penggunaan laporan keuangan tersebut.

Terdapat dua tipe akuntansi, yaitu:

1.  Akuntansi manajemen, digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi manajemen dalam melaksanakan fungsi-fungsi perencanaan dan pengendalian serta pengambilan keputusan yang terkait dengan operasi perusahaan.

2.  Akuntansi keuangan, digunakan untuk memenuhi kebutuhan pemakai eksternal akan informasi keuangan yang terkait dengan perusahaan yang bersangkutan.

Ada tiga kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi ke dalam dimensi internasional yang terus berkembang, yaitu:

1.   Faktor Lingkungan

  •    Berfikir secara global
  •    Ketergantungan perekonomian
  •    Pasar modal global
  •    Perusahaan multinasional
  •    Operasi internasional yang menguntungkan
  •    Teori yang tidak memadai
  •    Kompetensi manajemen internasional
  •    Rintangan akuntansi
  •    Pendapatan dan rasio yang tidak dapat diperbandingkan
  •    Kebutuhan akan standar internasional
  •    Menara akuntansi
  •    Beragamnya pembuatan standar
  •    Ekonomi potitik dari akuntansi dunia
  •    Relevance lost dari akuntansi dunia
  •    Pendidikan dan riset

2.   Internasionalisasi Disiplin Akuntansi

  •    Spesialisasi
  •    Sifat internasional dari sejumlah masalah teknis akuntansi
  •    Alasan historis

3.   Internasionalisasi Profesi Akuntansi

Standar laporan keuangan internasional terdiri dari :

  • Peraturan standar laporan keuangan internasional
  • Peraturan standar akuntansi internasional tahun
  • Interpretasi yang berasal dari komite interpretasi laporan keuangan internasional
  • SIC
  • Kerangka kerja untuk persiapan dan presentasi laporan keuangan

Dampak diversifikasi internasional yaitu terdapat tendensi untuk melihat laba dan informasi keuangan yang lain dari perspektif yurisdiksi serta isu-isu akuntansi internasional menjadi lebih jelas ketika investor menggunakan informasi keuangan di dalam mempertimbangkan berbagai alternatif kesempatan investasi

B.   Perspektif Global Dari Praktik Akuntansi

1.   AMERIKA
Dewasa ini, AS merupakan kekuatan yang gemilang dalam akuntansi global. AS lebih baik dari negara-negara lain dalam hal pengeluaran riset akuntansi, jumlah publikasi akuntansi, dan lulusan perguruan tinggi yang memiliki konsentrasi akuntansi.

Pengukuran Aset dan Kewajiban
Istilah aset tidak memiliki arti yang pasti, dalam hal sumberdaya mana yang harus dimasukkan dan sumberdaya mana yang harus dikeluarkan. Demikian juga, istilah tersebut meliputi interpretasi atas aset-aset tak berwujud seperti goodwill, dan R&D. Di Amerika Selatan, definisi aset termasuk kerugian-kerugian yang timbul karena memiliki hutang dalam satuan valuta asing. Di negara-negara Eropa Daratan, aset mungkin tidak meliputi berbagai tipe sewa guna usaha, tax loss carry-forwards, atau kepemilikan ekonomi dalam perusahaan-perusahaan afiliasi.
Konsep kewajiban diaplikasikan berbeda dari satu negara ke negara lain. Akuntansi bagi pajak penghasilan memberikan contoh spesifik. Di Argentina misalnya kewajiban pajak penghasilan tidak diakrualkan dan dicatat berdasarkan basis kas saja. Di Swiss, pencatatan akrual periodik terjadi tanpa pengakuan terhadap kewajiban pajak penghasilan yang tertunda. Kewajiban-kewajiban tertunda mungkin memerlukan beberapa metode alokasi yang berbeda. Di Belanda, nilai pajak penghasilan yang tertunda kadang-kadang merupakan nilai yang didiskontokan.

2.   AUSTRALIA
Tradisi dan kebiasaan Inggris memberi ciri yang signifikan pada Australia walaupun akhir-akhir ini Australia lebih cenderung mengara ke pola Amerika. Perbedaan-perbedaan akuntansi keuangan dan praktik-praktik pelaporan antara Inggris dan Australia semakin meningkat. Gagasan Pan-Pasik sedang tumbuh di Australia, gagasan Komunitas Eropa tumbuh di Inggris.

Dua badan akuntansi profesional Australia adalah Institute of Chartered Accountants in Australia (ICAA) dan Australian Society of Accountants (ASA). ICAA memiliki keanggotaan kira-kira 20.000 dan terkait erat dengan audit dan praktik publik. Keanggotaan ASA kira-kira 60.000, terutama wakil dari sektor publik.

3.   JEPANG
Akuntansi dan pelaporan keuangan Jepang merupakan bunga rampai dari begitu banyak eksternalitas domestik dan internasional. Di permukaan, laporan keuangan korporasi Jepang tampaknya mirip dengan perusahaan-perusahaan sejenis dari Inggris-Amerika. Namun, sebenarnya, kandungan informasi laporan keuangan korporasi Jepang berbeda secara substansial.
Penyusunan standar akuntansi di Jepang terutama merupakan fungsi pemerintah dengan sejumlah input pendukung dari JICPA. Semua perusahaan yang dibentuk berdasarkan undang-undang komersial diwajibkan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan akuntansinya, yang terkandung dalam “peraturan-peraturan” yang berkaitan dengan :

  • Neraca
  • Laporan Laba Rugi
  • Laporan Bisnis
  • Usulan bagi Pembagian Laba
  • Skedul-skedul Pendukung

4.   INGGRIS
United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland terdiri dari empat negara, Inggris, Skotlandia, Wales, dan Pulau Utara. Walaupun UK memiliki sistem hukum dan kebijakan moneter dan fiskal serta aturan-aturan dan regulasi-regulasi sosial tunggal yang terpadu, perbedaan-perbedaan individual tetap ada di dalam keempat negara tersebut.
Aktivitas perusahaan yang didirikan di UK diatur secara luas oleh perundang-undangan yang bernama Companies Acts, yang merupakan hukum nasional. Legislasi yang menonjol adalah  Companies Acts 1948, yang selanjutnya diamandemenkan secara substansial pada tahun 1967, 1976, 1980, dan 1981. Companies Act 1985 mengkonsolidasikan dan secara signifikan memperluas legilasi-legilasi sebelumnya dengan amandemen tambahan penting yang muncul tahun 1989. Tahun-tahun legislasi ini mengindikasikan tingginya frekuensi diperbaharuinya dan/atau diamandemenkan legislasi perusahaan-perusahaan Inggris. Yang perlu dicatat bahwa amandemennya tahun 1981 membawa ketentuan-ketentuan directive ke-4 EC kedalam hukum perusahaan Inggris dan amandemen tahun 1989 secara khusus mengakui ketentuan-ketentuan dari directive ke-7 dan ke-8 EC. Badan-badan akuntansi utama di UK adalah :

  • The Institute of Chartered Accountants in England and Wales
  • The Institute of Chartered Accountants in Ireland
  • The Institute of Chartered Accountants in Scotland
  • The Chartered Association of Certified Accountants
  • The Institute of Cost and Management Accountants
  • The Chartered Institute of Public Finance and Accountancy

Seperti di Australia, hukum perusahaan UK memuat persoalan-persoalan akuntansi dalam apa yang dinamakan skedul (misalnya, format alternatif untuk neraca dan laporan R/L terdapat dalam skedul 4 dan 4a 1985 Act).

Lima prinsip akuntansi dasar yang tercantum langsung dalam perundang-undangan adalah :

  • Pencocokan pendapatan dan beban berdasarkan beban akrual
  • Penilaian item-item aset dan kewajiban individual secara terpisah dalam masing-masing kelas aset dan kewajiban
  • Penerapan prinsip-prinsip konservatisme, terutama dalam pengakuan realisasi laba dan semua
  • kewajiban dan kerugian yang diketahui
  • Kewajiban penerapan kebijaka-kebijakan akuntansi secara konsisten dari tahun ke tahun
  • Anggapan bahwa prinsip kelangsungan usaha dapat diterapkan pada entitas yang bersangkutan.

Soal Pilihan Ganda :

1.  Pengertian perspektif global secara ilmiah adalah …

A.  Wawasan atau cara pandang mengenai fenomena secara keseluruhan, yakni fenomena adanya interaksi, interdependensi, dan kompetisi antar umat manusia di muka bumi.

B.  Wawasan atau cara pandang mengenai fenomena secara tak menyeluruh di dalam  kehidupan.

C.  Wawasan atau cara pandang mengenai fenomena secara diam – diam di muka bumi.

D.  Wawasan untuk menyampaikan informasi keuangan dari sebuah entitas usaha yang melakukan kegiatan bisnis.

Jawaban : A

2.  Akuntansi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi manajemen dalam melaksanakan fungsi-fungsi perencanaan dan pengendalian serta pengambilan keputusan yang terkait dengan operasi perusahaan, adalah …

A.  Akuntansi manajemen

B.  Akuntansi keuangan

C.  Akuntansi public

D.  Akuntansi makro

Jawaban : A

3.  Dibawah ini yang merupakan kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi ke dalam dimensi internasional yang terus berkembang, kecuali …

A.  Internasionalisasi Disiplin Akuntansi

B.  Internasionalisasi Mikro

C.  Internasionalisasi Profesi Akuntansib

D.  Faktor Lingkungan

Jawaban : B

4.  Dibawah ini yang merupakan badan-badan akuntansi utama di UK, kecuali …

A.  The Chartered Association of Certified Accountants

B.  The Institute of Cost and Management Accountants

C.  The Institute of Profit and Statement Accountants

D.  The Chartered Institute of Public Finance and Accountancy

Jawaban : C

5.  United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland terdiri dari empat Negara, yaitu …

A.  Inggris, Skotlandia, Wales, dan Cheko

B.  Inggris, Wales, Belgia, dan Italy

C.  Inggris, Skotlandia, Wales, dan Pulau Utara

D.  Scotlandia, Canada, Pulau Utara, dan Pulau Karibia

Jawaban : C

Daftar Pustaka ;

Choi D.S. Frederick & Meek K. Gary. 2005. AKUNTANSI INTERNASIONAL, EDISI 5 BUKU 1. Jakarta : Salemba Empat.

Suhanadji dan Waspodo.TS, 2004, Modernisasi Dan Globalisas. Studi Pembangunan Dalam Perspektif Global, Insan Cendikia, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: