Proses Timbulnya Pengangguran di Indonesia

Didalam Negara kita yang luas ini yang terdiri dari kepulauan-kepulauan dan suku-sukunya, akan timbul masalah dalam sistem komunikasinya dalam memberikan pengumunan atau penerangan-penerangan sampai kepelosok-pelosok terpencil yang sarana trasportasi modern dan teknologi modern belum dapat dilaksanakan. Sehingga rakyat ditempat terpencil tersebut selalu menganggap bahwa dikota-kota besar faktor sosial ekonomi mereka akan lebih baik, sehingga terjadilah urbanisasi ke kota-kota besar sebab jarang sekali atau hampir tidak mendengar bahwa di desa desa terdapat pengangguran tetap, yang ada ialah pengangguran temporer. Sebab sifat ke gotong royongan sanggat kuat. Akibat urbanisasi ke kota-kota tersebut mengakibatkan kelebihan penduduk dan terjadilah pengangguran tersebut.

Pengangguran merupakan masalah sosial yang dialami oleh hampir seluruh Negara di dunia. Demikian besar akibat negative yang dapat ditimbulkan oleh masyarakat tersebut sehingga tidak jarang masalah pengangguran itu menjadi masalah nasional dari Negara yang bersangkutan, yang memerlukan perhatian secara khusus baik oleh pihak pemerintahnya maupun dari masyarakat. Dari pengangguran itu pulalah sering timbul keresahan-keresahan.dalam masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum dan bahkan menggoyahkan kelangsungan hidup suatu bangsa.

Dengan akibat yang ditimbulkan dari pengangguran, oleh karena itu kami membahas tentang bagaimana cara untuk mengatasi serta menanggulangi masalah-masalah pengangguran dan masalah-masalah sosial lainnya.

Definisi Penganguran

Pengangguran merupakan orang yang mungkin berpendidikan mempunyai karya-karya tetapi tidak mempunyai pekerjaan atau penempatan tenaga kerja untuk yang berpendidikan. Pengangguran juga merupakan seseorang yang mau membutuhkan pekerjaan dan atau seseorang yang seharusnya dilihat dari segi kebutuhan dan kemampuannya telah dan harus mempunyai pekerjaan yang layak dan sah menurut hukum dinegaranya sebagai sumber kehidupan dan penghidupan dirinya, keluarganya , masyarakat, bangsanya, akan tetapi karena sesuatu hal dia tidak memiliki kesempatan untuk itu.

Ada beberapa jenis dan istilah pengangguran , antara lain :

1.  Penganggur murni : ialah seseorang yang termasuk angkatan kerja atau usia kerja atau tenaga kerja serta membutuhkan dan mau bekerja tetapi tidak ada kesempatan atau tidak ada lowongan. 

2.  Pengangguran Teknologi

Bagaimanakah perusahaan mengerjakan pembukuan keuangan yang terjadisebelum ada komputer? Perusahaan membutuhkan banyak pekerja yang pahamakuntansi untuk mengerjakan pembukuannya. Namun setelah ada komputer yang dilengkapi dengan sistem akuntansi, maka kehadiran pekerja-pekerja terse-but tidak dibutuhkan lagi. Perusahaan hanya membutuhkan pekerja yang meng-hasilkan sistem dalam komputer.Pengangguran yang disebabkan oleh penggunaan mesin-mesin yang mo-dern dan serba otomatis, sehingga tenaga kerja manusia dikurangi, bahkan ditia-dakan disebut pengangguran teknologi.

3. Penganggur musiman : para pekerja atau tenaga kerja yang mana bekerjanya atau kesempatan kerjanya sangat tergantung pada factor musim. Sebagai contoh suatu panen lada, cengkeh, atau padi dilampung yang mana pada waktu panen tersebut, para pekerja dari jawa pada datang ke Lampung untuk bekerja memungut hasil panen tanaman milik petani Lampung tadi.

4. Setengah penganggur : (penganggur terselubung) ialah para anak anak sekolah terutama    yang berusia 10 atau 14 tahun ke atas. Disampimh itu para ibu rumah tangga, yang kerjanya mengurus rumah tangga sendiri.

Proses timbulnya pengangguran

Pada dasarnya pengangguran terjadi dimana-dimana, baik dinegara-negara yang telah maju maupun disebagian Negara-negara yang baru berkembang. Hanya  proses terjadi pengangugran itu saja yang berbeda-beda. Memiliki cirri-ciri tersendiri, tegantung kondisi Negara-negara yang bersangkutan, akan tetapi pada prinsipnya adalah sama yaitu masalah pengangguran adalah masalah kependudukkan. Akan tetapi masalah utamanya adalah ledakkan penduduk. Adapun beberapa faktor tersebut adalah:

1.      Faktor ledakkan penduduk

Pertambahan penduduk yang begitu pesat, serta tingginya angka-angka pengangguran dan angkatan kerja, tidak lain disebabkan oleh tingginya angka kelahiran dan pertambahan penduduk. Pertambahan penduduk yang besarpun tidak akan menjadi masalah, jika dapat memenuhi segala kebutuhan hidup. Kebutuhan akan sandang, pangan, tempat tinggal dan sebagainya. Kebutuhan ini akan terpenuhi jika kesempatan dan lapangan kerja ada untuk memenuhi segala kebutuhan, akan tetapi beberapa waktu yang lalu serta untuk kurun waktu mendatangpun masi akan menghadapi adanya pengangguran yang disebabkan adanya ledakkan penduduk.

2.      Faktor Pendidikan

Seseorang dalam menuntut pendidikkan baik formil maupun nonformil adalah mencari keterampilan sebagai bekal mencari pekerjaan, ataupun sebagai bekal untuk mendapat menciptakan lapangan kerja itu sendiri. Tujuan akhirnya jelas bahwa pendidikkan tersebut untuk dapat dimanfaatkan bagi kehidupan dan penghidupan dalam arti luas. Dinegara kita jelas bahwa faktor pendidikkan baik formil maupun nonformil adalah sangat berpengaruh terhadap kesempatan kerja. Tentu saja Negara dimanapun demikian pula, kecuali dalam lapangan kerja tertentu. Dinegara-negara yang telah maju, lapangan kerja dibidang pertanianpun memerlukan keterampilan yang didapat dari pendidikkan. Pengaruh pendidikkan terhadap kesempatan kerja baik dilapangan kerja dibidang pertanian, industri ataupun lapangan kerja dibidang jasa lainnya, memerlukan tenaga kerja yang terampil. Kesempatan pendidikkan mempengaruhi tgerhadap kesempatan kerja karena akibat tidak adanya ilmu sebagai bekal yang didapat dari pendidikkan, maka tidak terpenuhilah pesyaratan-persyaratan untuk mendapatkan pekerjaan akibatnya menjadi menganggur yang tidak memperoleh kesempatan pendidikkan.

3.      Faktor modernisasi

Modernisasi ialah pemodernan proses produksi. Baik produksi sektor pertanian maupun sektor produksi bidang industri ataupun usaha-usaha jasa lainnya. Modernisasi dikenal juga dengan istilah mekanisasi, yaitu penggunaan mesin-mesin untuk meningkatkkan produksi. Dalam hal ini para produser berusaha mengantikan peranan tenaga produksi berupa manusia diganti dengan berupa mesin dengan suatu alasan ekonomis dan praktis, karena mesin akan lebih murah, lebih cepat, atau efisien. Dengan demikian banyak tenaga kerja yang tidak termanfaatkan dalam suatu proses produksi, atau dalam suatu lapangan kerja. Akibanya tenaga manusia yang ikut berproduksi, dengan adanya modernisasi, maka jumlah keikut sertaan manusia menjadi berkurang dan akhirnya terjadi pengangguran. Dalam hal modernisasi nampaknya pemerintah telah dengan serius memperhatikannya yang man diadakannya proyek padat karya oleh pemerintah selama ini guna menyerap tenaga kerja yang lebih banyak.

4.      Faktor persyaratan penerimaan pegawai

Faktor persyaratan penerimaan pegawai yang sangat ketat dapat pula menyebabkan proses penganguran misalnya untuk menjadi pegawai negeri dimana pemerintah mengambil kebijakkan pembatasan umur bagi pegang ijazah tertentu hal ini sangat merugikan bagi mereka yang tidak memenuhi syarat usia selain itu faktor pengalaman kerja sering dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan swasta, faktor ini cukup menghambat seseorang untuk mendapatkan pekerjaan. Faktor ini cukup dikatakan sebagai proses terjadinya penganguran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: