Wajah Hukum di Indonesia

Beberapa tahun belakangan ini kita semua pasti sudah mendengar dari beberapa media kasus-kasus hukum yang terjadi di Indonesia. Maraknya kasus-kasus hukum yang terjadi di Indonesia merupakan cerminan wajah hukum bangsa Indonesia sekarang ini. Dari mulai kasus penipuan, pembunuhan, sengketa lahan, pemerkosaan, hingga kasus korupsi yang dilakukan oleh penjabat negara maupun aparat penegak hukum sekalipun. Hukum di Indonesia menurut saya juga sudah tidak lagi menjunjung tinggi rasa keadilan , mengapa saya bisa bilang begitu ? kita bisa ambil contoh kecilnya yaitu seorang koruptor yang telah mengambil uang rakyat yang berjumlah jutaan hingga milyaran dibiarkan bebas begitu saja oleh aparat penegak hukum di Indonesia sedangkan seseorang yang hanya mencuri ayam atau beberapa buah di perkebunan langsung ditangkap dan divonis hukuman penjara bertahun-tahun.

Begitu mirisnya wajah hukum di Negara kita sekarang ini, banyak kasus-kasus hukum yang penegakkannya tidak sesuai dengan apa yang seharusnya di lawan, ditegakkan, siapa yang seharusnya dihukum, diadili. ‘Penegakkan Hukum’ hanya nama saja, tidak ada artinya. Penegakkan hukum hanya berlaku pada kaum menengah ke atas, seperti para pejabat pemerintahan sedangkan kaum biasa dikejar-kejar hukum. Dengan kekuasaan seseorang dapat mengendalikan hukum sesuka hatinya, kekuasaan telah menghancurkan rasa keadilan yang selama ini kita junjung tinggi .

Mungkin sekarang ini kita menghadapi kondisi di mana rasa kepercayaan kita terhadap aparat penegak hukum sudah berkurang. Mereka bukanlah penegak hukum yang menjalankan tugas sebagai mana mestinya yang sudah di perintahkan, tetapi hanya sekumpulan orang yang yang rakus akan materi dan tega untuk memperdagangkan hukum. Lemahnya penegakan hukum terbukti juga dari makin menggilanya korupsi. Korupsi merajalela karena penegakan hukum tidak berjalan dengan baik,

Banyak kasus hukum yang sudah sampai di meja hijau ada praktik penyelewengan, misalnya saja ada suap menyuap di balik meja hijau. Mental rusak para penegak hukum yang memperjualbelikan hukum sama artinya dengan mencederai keadilan. Oleh karena itu di Indonesia tidak ada orang yang takut pada hukum, karena mereka tahu bahwa hukum tidak bisa bekerja, kecuali untuk orang kecil. Hukum sangat efektif untuk orang kecil, tapi tidak pernah efektif untuk orang besar.

Tidak bisa dipungkiri, realita wajah hukum di Indonesia memang seperti ini, keadilan terkadang sulit tercipta. Padahal, tujuan mulia hukum sebenarnya adalah untuk kepentingan manusia. Hukum juga bertujuan untuk membuat ketertiban masyarakat melalui proses yang berkeadilan.

Tanpanya negeri kita ini tidak bisa bebas dari masalah hukum, buktinya saja baru 3 bulan di tahun 2013 ini sudah banyak kasus yang terjadi di Indonesia. Dan yang paling mencengankan yaitu kasus korupsi pada pembuatan fasilitas olahraga di hambalang yang dilakukan oleh  Bapak Andi Mallarangeng selaku menteri olahraga beserta Bapak Anas Urbaningrum selaku ketua Partai Politik Demokrat . Selain kasus tersebut ada juga kasus yang menambah rasa ketidak percayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum di Indonesia yaitu dengan terbongkarnya kasus “suap pengadaan simulator ujian SIM” yang melibatkan Irjen Djoko Susilo. Sungguh disayangkan memang pejabat & aparatur penegak hukum Negara yang seharusnya bekerja untuk mensejahterahkan masyarakat , malah bekerja untuk memperkaya dirinya saja tanpa menghiraukan dampak negative yang ditimbulkannya.

Seharusnya dalam kasus ini Bapak Susilo Bambang Yudhoyono selaku Presiden Indonesia harus turun tangan langsung agar tidak semakin kacau keadaannya, karena para pelaku tersebut berada di dalam ruang lingkup kepemerintahannya . Dan apabila itu dilaksanakn Bapak Presiden semoga saja tidak akan ada lagi kasus hukum yang melibatkan penjabat Negara maupun aparat penegak hukum di Indonesia.

Entah sampai kapan Indonesia bisa menjadi Negara yang adil, tidak ada lagi kesenjangan dalam proses hukum. Saya sebenernya juga sudah muak mendengar pemberitaan di berbagai media massa tentang penjabat Negara yang melakukan tindak pidana tetapi mendapatkan pelayanan yang eksklusif dibalik jeruji besi penjara. Lain halnya dengan orang biasa yang mendapatkan perlakuan seenaknya dari aparat penegak hukum .

Mungkin memang benar omongan dari sebagian orang yang mengatakan hukum Indonesia itu mudah dibeli oleh uang. Dengan uang rasa kemanusian dan keadilan dalam proses hukum dapat hilang begitu saja bagaikan daun yang berguguran ditiup angin. Sungguh miris dan tragis melihat wajah hukum di Negara kita, mari kita doakan semoga saja dikemudian hari keadaan hukum di Indonesia dapat berjalan dengan baik, adil, dan sesuai aturan yang berlaku.

Kita tidak perlu putus asa melihat kenyataan ini, karena harapan itu masih ada selagi negara ini masih berdiri. Harapan untuk memperbaiki hukum di Indonesia. Harapan untuk menyongsong keadilan di Indonesia agar rakyat bahagia. Untuk itu, kita dapat mengusulkan kiranya sistem peradilan kita dievalusasi dan diadakan perubahan mendasar agar proses peradilan dan putusan pengadilan dapat ditingkatkan menjadi lebih bermutu dan benar-benar menjamin keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: