Tugas 4

Pembiayaan Sektor Mikro & Pembiayaan Corporate

Disini saya akan menjelaskan mengenai pengertian pembiayaan dalam suatu bidang usaha / bisnis yaitu Pembiayaan Sistem Mikro & Corporate, adalah sebagai berikut ;

  1. Pembiayaan Sistem Mikro

      Merupakan pembiayaan yang memang ditunjukan untuk masyarakat khususnya masyarakat bawah ataupun menengah dimana pembiayaan tersebut tidak berasal dari dana yang berasal dari masyarakat. Keberhasilan sistem pembiayaan mikro tercermin pada tumbuh dan berkembangnya lembaga-lembaga keuangan mikro (LKM) yang dimiliki dan dikelola oleh anggota (masyarakat), yang mampu memberikan layanan keuangan secara profesional dan maju. Asas kepemilikan ini menjadi unsur kunci, sebab bukan saja dapat mengembangkan institusi keuangan tetapi juga terbangunnya kelembagaan keuangan yang diterima oleh sistem sosial di masing-masing wilayah. Dengan mendasarkan fakta bahwa sebagian besar UKMK ( Usaha Kecil Menengah & Koperasi ) adalah usaha skala mikro dan kecil maka sistem pembiayaan mikro merupakan kebutuhan dan pilihan pembiayaan bagi UKMK.                       

     2.  Pembiayaan Corporate

     Merupakan seperangkat badan usaha yang melaksanakan kegiatan usaha dari lembaga pembiayaan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan & memaksimalkan kekayaan pemilik dengan menggunakan  seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengurus (pengelola) perusahaan, karyawan serta para pemegang kepentingan intern dan ekstern lainnya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka. Dengan kata lain Pembiayaan Corporate yaitu system yang mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah (value added) dengan menekankan pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi dengan benar, akurat, tepat waktu dan transparan mengenai semua informasi kinerja perusahaan.

Sistem Pembiayaan yang Lebih Menguntungkan

Menurut saya sistem pembiayaan yang lebih menguntungkan adalah pembiayaan sektor mikro. Karena untuk saat ini jenis usaha di Indonesia masyarakatnya dominan terhadap pelaku usaha mikro. Sistem pembiayaan mikro  tumbuh diatas nilai kemandirian. Suatu bangun sistem pembiayaan yang mampu memenuhi dan melayani kebutuhan modal usaha mikro dan kecil atas dasar potensi yang dimilikinya. Selain itu dengan adannya pembiayaan sektor mikro tersebut hal ini dapat membantu bagi para usaha kecil dan apabila usaha mereka telihat berhasil maka dampaknya akan juga mempengaruhi Perekonomian yang lebih baik. Saat ini dampak dari perkembangan usaha kecil pun terlihat sangat cepat dan pesat dibandingkan dengan memberikan pembiayaan untuk  usaha yang besar karena dengan memberikan pembiayaan dengan jumlah yang besar untuk sektor mikro lebih banyak orang yang dapat dibantu.

Tantangan yang di Hadapi oleh Sistem Pembiayaan Sektor Mikro & Corporate

  • Sebagai suatu sistem, pembiayaan mikro diperlukan dan mampu memenuhi kebutuhan segmen pasar tertentu yaitu usaha mikro dan kecil. Sistem ini tetap valid untuk memenuhi kebutuhan porsi terbesar usaha rakyat dalam skala mikro. Namun dalam tataran kebutuhan pelayanan yang lebih besar, maka menghadapi keterbatasan, terutama keterbatasan kemampuan permodalan dan kualitas layanan kredit/ pinjaman Keterbatasan kemampuan permodalan tercermin pada ketidak cukupan jumlah modal simpan pinjam. Beberapa studi empiris memperlihatkan bahwa keterbatasan modal merupakan masalah umum di setiap lembaga keuangan mikro (KSP/USP koperasi). Sumber permodalan dari dalam (simpanan pokok, simpanan wajib dan beberapa jenis simpanan lain), tidak cukup meningkatkan modal. Karena itu, diperlukan suntikan modal dari luar. Keterbatasan kualitas layanan kredit/pinjaman yang tercermin pada kecepatan, ketepatan dan keluasan jangkauan layanan, disebabkan oleh kualitas manajemen dan penerapan teknologi yang masih minim. Jadi pada intinya tantangan pada sistem pembiayaan ini adalah manajemen dalam sistem pelaksanaannya harus lebih meningkatkan lagi kualitas layanan kredit/pinjaman terhadap konsumen dan berani dalam menerapkan aturan kepada konsumen agar membayar setoran pinjaman lebih awal apabila cadangan modal menipis.
  • Sedangkan pada pembiayaan corporate tantangannya adalah pemilik harus berani untuk lebih sering mengambil resiko yang ada serta pembentukannya yang membutuhkan biaya yang dibilang cukup tinggi.

sumber;

http://www.smecda.com/deputi7/file_infokop/edisi%2023/m.taufik.3.htm

http://ipahfauziah.blogspot.com/2012/04/tugas-4.html

http://popyalawiyah.blogspot.com/2012/04/tugas-4-pembiayaan-sektor-mikro.html

 Disini saya mengucapkan terimakasih kepada para narasumber yang telah  saya cantumkan, yang dimana artikelnya telah membantu dalam menyelesaikan tugas ini, dan saya juga meminta maaf kepada nara sumber yang bersangkutan karena dalam mengerjakan tugas ini saya melakukan pengeditan terhadap artikel-artikel yang saya ambil agar tugas yang saya kerjakan terlihat sedikit menarik  .

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: